Media digital kini menjadi ruang publik terbesar dalam sejarah manusia. Di sanalah opini dibentuk, nilai ditawarkan, dan generasi muda menghabiskan waktunya.

Pemimpin rohani tidak boleh absen dari ruang ini. Kehadiran yang bijak di media — dengan konten yang membangun dan tutur yang santun — adalah kesaksian yang berbicara lebih keras daripada mimbar.

Namun media juga penuh jebakan: popularitas semu, polarisasi, dan godaan pencitraan. Pemimpin perlu disiplin rohani agar media menjadi alat misi, bukan panggung ego.