PROF. DANIEL RONDA
← Semua tulisan

Umum

Pernikahan Tidak Selalu Indah, Terkadang Juga Penuh Ketidaksempurnaan

Daniel Ronda · 12 Agustus 2026

Pernikahan Tidak Selalu Indah, Terkadang Juga Penuh Ketidaksempurnaan

Pernikahan tidak selalu tampak indah. Dalam pernikahan, kita melihat sisi terburuk dari pasangan kita. Kita melihat mereka ketika marah, sedih, keras kepala, bahkan ketika mereka begitu sulit untuk dikasihi hingga membuat kita ingin berteriak.

Namun, kita juga menyaksikan momen-momen terbaik mereka—saat mereka tertawa begitu lepas hingga air mata mengalir di pipinya dan suara tawanya menjadi aneh dan tak terkendali. Kita melihat mereka pada pukul tiga dini hari, ketika seluruh dunia masih terlelap, sementara hanya kalian berdua yang terjaga, duduk makan bersama di lantai dapur.

Kita mengenal sisi diri mereka yang tidak pernah dilihat oleh orang lain, dan sisi itu tidak selalu menarik. Ada suara dengusan saat tertawa, air mata ketika hidup terasa runtuh, kentut yang tak terhindarkan, rambut yang acak-acakan saat bangun tidur, napas pagi yang kurang sedap, tarian-tarian spontan yang konyol, kemarahan, sekaligus sukacita.

Pernikahan bukanlah kisah yang selalu indah, tetapi sungguh luar biasa. Pernikahan adalah ketika seseorang tetap mengasihi kita dan tidak meninggalkan kita, bahkan setelah kita mengucapkan kata-kata yang menyakitkan. Pernikahan adalah memiliki seseorang yang selalu berdiri di pihak kita, apa pun yang terjadi.

Pernikahan juga dipenuhi pertengkaran karena hal-hal sepele—seperti lupa mencuci piring atau tidak membereskan barang-barang sendiri. Namun, ada pula malam-malam ketika kalian tertidur dalam pelukan satu sama lain, sambil berharap waktu bersama tidak pernah berakhir.

Pernikahan berarti membersihkan muntah pasangan ketika ia sakit, atau sekadar mengusap punggungnya untuk membuatnya merasa lebih nyaman. Pernikahan adalah pekerjaan yang paling berat, paling berantakan, sekaligus yang paling memberi makna.

Karena pada akhirnya, setiap hari kita dapat kembali berbaring di samping sahabat terbaik kita—orang yang paling unik, kadang menjengkelkan, penuh kasih, lucu, dan dengan segala ketidaksempurnaannya tetap menjadi pribadi yang paling berharga dalam hidup kita.

Pernikahan mungkin tidak selalu indah dipandang, tetapi merupakan sebuah perjalanan yang luar biasa.

Diterjemahkan dari: Trey and Lea (Stronger Marriages)

**** Sambungan...

Pernikahan yang berkenan kepada Tuhan tidak dibangun secara kebetulan. Akan ada saat-saat ketika Anda harus…

•⁠ ⁠Menahan diri dan menjaga perkataan ketika sedang bertengkar.

•⁠ ⁠Mengesampingkan ego dan meminta maaf.

•⁠ ⁠Berani melakukan percakapan yang sulit.

•⁠ ⁠Berdoa bersama, bahkan ketika terasa canggung.

•⁠ ⁠Tetap bersikap baik meskipun hati sedang tidak ingin.

•⁠ ⁠Bertahan bersama melewati masa-masa sulit.

•⁠ ⁠Sepenuhnya terbuka, jujur, dan apa adanya.

•⁠ ⁠Tetap melayani meskipun sedang tidak ingin melakukannya.

•⁠ ⁠Tunduk pada rencana Tuhan bagi pernikahan Anda.

Pernikahan yang berkenan kepada Tuhan tidak dibangun secara kebetulan—pernikahan itu dibangun dengan kesengajaan, komitmen, dan kasih. Dan semua perjuangan itu layak untuk dijalani.

Diterjemahkan dari Trey dan Lea (Stronger Marriages)

#pernikahan#rumahtangga#kepemimpinan

Bagikan tulisan ini

Pernikahan Tak Selalu Indah, Namun Layak Diperjuangkan — Prof. Daniel Ronda